Pada Elegi(Puisi)



Ucap menghunus menyusup masuk
Genggam berdarah-darah

"Janji berjalan menemui hilang"

Tersadar namun terlihat tak sadar
Menyayat namun terlihat tak tersayat

"Pada sebuah luka tertutup suka"

Detik kesekian, ramai memekakkan telinga
Detik kesekian pula, sepi menusuk dinding kalbu

"Elegi renjana terputar saat itu juga"

Berapa kali lara, berapa kali tak benar-benar sembuh
Memaksakan kehendak tangis mengucur deras

"Untuk setiap nestapa, tolong hentikan"

Balada berserakan di dalam kepala
Tolong, keluarkan! Tolong keluarkan!

"Sajak yang ditulis adalah sisa-sisa hujan dari matanya"

Lampu yang temaram, dersik yang berbisik
Bernapas terdengar mengerang

"Pada Elegi yang terhenti. Dan pada sebuah kata menyerah yang terlihat lebih mudah"

Komentar

Postingan Populer