Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Tepian yang Pernah Ditunggu

sumber: pinterest.com Hujan sore itu turun perlahan, seperti seseorang yang ragu untuk menumpahkan seluruh air matanya. Dari jendela kamar kosnya, Leya menatap garis-garis air yang menyeret bayangannya sendiri. Ruangan itu sunyi, tapi tidak pernah benar-benar tenang. Di sela-sela hening, ada nama yang masih bersuara dalam ingatannya. Nama yang dulu sederhana, kini berubah menjadi beban yang tidak pernah ia minta. Isyad. Delapan bulan berlalu sejak hubungan mereka runtuh dan waktu terasa seperti tali karet yang ditarik terlalu jauh: lentur, tapi menyisakan bekas perih setiap kali kembali ke posisi semula. Leya tidak menghitung hari; ia hanya menghitung hembusan napas yang masih terasa sesak. Ia tidak membenci Isyad. Dan justru itu masalahnya. --- Beberapa malam lalu, ketika udara terasa berat dan pikirannya sulit diam, Leya membuka media sosial, kebiasaan buruk yang selalu ia sesali setelahnya. Ia hanya ingin memastikan bahwa dunia di luar dirinya masih berjalan. Tapi dunia yang ia liha...

Postingan Terbaru

1/5/25

Di sana, butuh doaku dari sini.

berduka seumur hidup ternyata benar adanya, maa

bagian yang, hilang?

Mari Hidup Bahagia

Ikan kecil milik Naiya [1]

Hujan, teh hangat dan tanda titik atas tanda tanya.

Langit abu-abu

Bukan hujan bulan Juni

Puisi Tengah Malam

Bagaimana bisa kita-

Senja hari itu indah sekali.

Tujuan

Aku menginginkan ramai paling tulus.