Rela yang sebenar-benarnya
Semuanya berlalu begitu saja, kau sekarang jauh di ujung sana sembari tertawa bahagia tak ada dosa. Sedangkan aku disini masih harus berusaha sembuh dari banyaknya luka yang kau torehkan. Hei, kenapa kau jahat sekali? Kenapa harus aku yang menjadi sasaran untuk mendaratkan tembakanmu itu. Dan kenapa, kenapa pada akhirnya kau berlalu pergi tanpa pernah memikirkan betapa sakitnya peluru yang menembus hatiku ini.
Kisah kita singkat, tetapi luka yang kudapatkan begitu banyak. Andai aku tahu lebih awal sebelum menerimamu, bahwasanya kau hanya sedang menjadikanku sebagai sasaran pelurumu, mungkin aku bisa saja tak pernah memberimu cinta. Namun, kita memang tak pernah tahu pada siapa perasaan ini akan berlabuh. Pada akhirnya, perasaan yang kubawa tulus ini berlabuh di pelabuhan yang sebenarnya tak pernah mau menerimaku. Kau seolah-olah memang sangat senang aku berlabuh disana, tetapi pada kenyataannya sedikit pun hatimu tak pernah ada untuk diriku.
Satu kehancuran harus diperbaiki, meskipun hasilnya tak akan benar-benar utuh. Aku tersadar bahwa betapa bodohnya aku menangisi orang yang bahkan tidak sedikit pun bersedih hati ketika meninggalkanku. Semenyakitkan ini, tapi aku tidak boleh terus menerus berada dalam jurang kesedihan ini. Nestapa ini tak boleh aku teruskan lagi, bagaimanapun aku harus bisa merelakan segala tentang dirimu.
Kini berbahagialah atas kesenanganmu. Berbahagialah dengan dia orang yang kau anggap lebih dariku. Bersorak-sorailah atas kemenanganmu karena telah berhasil menyakitiku. Cintailah dia dengan setulus hati, jangan pernah kau menyakitinya karena sungguh rasanya sangat menyakitkan. Genggam erat tangannya, karena kelak jika ia tiba-tiba meninggalkanmu, kau dapat merasakan apa yang pernah aku rasakan.
Biarkan segala kenangan ini melebur bersama dengan pilu, dengan luka-luka, pun dengan tangis. Kehilangan memang tidak pernah ada yang menyenangkan, aku tak bisa mengelak itu. Sebab dulu aku pernah sangat mencintaimu setulus-tulusnya sampai aku sedikit tak pernah sadar bahwasanya aku telah jatuh pada orang yang salah.

Komentar
Posting Komentar