Aku menginginkan ramai paling tulus.

Pada akhirnya, aku adalah diriku dengan penuh kesendirian. 

Meski begitu banyak orang bercengkrama denganku, kadang menertawakan beberapa hal sepele denganku. Kemudian ada waktu dimana aku berada pada keramaian. Namun, keramaian itu semu. Tertawa itu adalah sekian ribu dusta yang aku buat. Sampai pada satu titik, aku kembali mempertanyakan, "benarkah aku se-kesepian itu?" 

Aku sepi.

Mungkin aku adalah ramai paling gila saat bersama orang lain, namun aku adalah sepi paling hening saat sendiri. Layaknya kata 'teman', sepi sudah sangatlah akrab denganku. Meski sudah dekat dan melekat, bagaimana jika aku berharap setidaknya, ada satu orang yang berhasil menjauhkan sepi itu dariku?

Seseorang yang bertanya tentang bagaimana hari-hariku, seseorang yang akan dengan setianya mendengar semua senang dan sedihnya diriku, seseorang yang menjadi rumah bagiku. Bagaimana jika aku berharap, seseorang itu ada? 

Aku ingin menemukan ramai paling tulus. 

Komentar

Postingan Populer