Senja hari itu indah sekali.

Aku menyenderkan kepalaku di bahumu. Sudut bibirku terangkat saat kamu merangkulku penuh cinta. Pandangan kita seakan dibius oleh sang senja, menenggelamkan nyaman untuk kesekian kalinya. Bagiku, saat senja adalah senyaman-nyamannya waktu dan kali ini aku sangat menikmatinya. Ralat, maksudku aku dan dirimu. 

Kita bercengkrama tentang bagaimana Tuhan begitu hebatnya menciptakan hal seindah senja ini lalu aku bercerita pada sang senja perihal betapa beruntungnya aku bisa dipertemukan dan dicintai oleh orang sebaik kamu. Kamu tahu? Kamu bagiku terlalu sempurna. Kita bersenandung kecil mengikuti lirik lagu  berjudul Amin Paling Serius milik Nadin Amizah dan Sal Priadi. Kau tahu lebih dulu, aku menyukai sosok Nadin Amizah yang kerap disapa Ibu peri itu oleh penggemarnya. Katamu, "lagu ini terlalu indah, bagaimana bisa aku baru mendengarkannya sekarang?" Aku lantas tertawa kecil mendengar perkataanmu itu. 

Lalu kita mengambil beberapa foto menggunakan kamera analog yang selalu kamu bawa saat bersamaku. Aku akan selalu ingat, hari dimana kamu mengatakan bahwa kamera analog itu adalah kamera khusus untuk memotret apa pun tentang aku, kamu dan kita. Kamu terlalu gemas, tahu tidak? Kita berpose konyol seperti biasa yang kita lakukan, kita saling memotret satu sama lain secara bergantian dengan latar belakang semburat warna senja yang begitu indah.

Sungguh begitu indah, senja hari itu. 





cr pictures by Pinterest.





Komentar

Postingan Populer