Tujuan
Hatinya rapuh melebur
Matanya bahkan tampak berair
Sang bibir mau tak mau harus tersenyum
Memang, pembohong handal
Ada banyak hal yang membantai tiap sudut pikirannya
Meraung-raung dengan sangat berisik
Lagi-lagi rambut hitam pekat itu ia jambak-jambak
Berulang kali dia ingin menyerah
Berulang kali dia bangkit
Tidak boleh!
Dia berteriak berkata demikian
Ah, yang dia maksud adalah dia tidak boleh menyerah
Senyum penuh dusta kembali ia terbitkan
Pikirannya tertuju pada kepercayaan bahwa,
Ia yakin, yakin bahkan sangat yakin
Di kemudian hari, senyum yang akan ia terbitkan
Bukan lagi senyum kepalsuan

Komentar
Posting Komentar